Jumat, 26 November 2010

Isyarat Ketika Touring


Pada prinsipnya sebuah klub motor, komunitas motor ataupun kumpulan
motor lainnya ketika akan melakukan touring biasanya mereka sudah
memiliki juklak, protap, tatib maupun aturan main touring.
Mereka tidak semena-mena hanya menjalankan touring motor tanpa adanya
petunjuk dan pengarahan dari seorang leader (pimpinan).
Belajar dari pengalaman bersama Komunitas/Klub Motor bahwasanya segala
ketentuan touring dan tata cara berkendara seharusnya menetapkan prinsip
“Safety Riding” (keamanan berkendara).
Semua anggota Komunitas/Klub motor memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi)
dan melewati proses pengujian yang benar. Sudah barang tentu pemilik SIM
sudah mengetahui sanksi hukum jika ada pelanggaran yang dibuatnya. Jika
benar ada pelanggaran, itupun pelanggaran per individu dan tidak lagi
menjadi kapasitas pengawasan dari Komunitas/Klub Motor.
Jika memang ada pelanggaran yang diketahui oleh Pengurus Komunitas/Klub
Motor maka biasanya sanksi yang diberikan teguran melalui tulisan e-mail
atau juga ketika acara kopdar (kopi darat). Namun ada juga komunitas
atau klub motor yang melakukan “publikasi” melalui sarana milis (mailing
list). Setidaknya sanksi melalui publikasi ini dapat memberikan efek
jera bagi anggotanya yang melanggar UU Lalu-Lintas.
Ketika sebuah Komunitas/Klub Motor melakukan touring, biasanya seluruh
rangkaian touring diatur dengan profesional serta penuh tanggung jawab
dari para pengurusya maupun dari seluruh anggota. Tanggung jawab ini
merupakan “harga diri” dari sebuah nama Komunitas/Klub Motor yang tetap
harus dijaga.
Berikut Isyarat Singkat Pada touring Sepeda Motor
Dan Ini adalah Bahasa Isyarat yang hwajib di kuasai para VJ
Gambar dibawah ini adalah sekedar contoh
yang sekiranya harus dilakoni oleh ‘Petugas VJ Touring’ karena ia akan
memimpin barisan grup, sudah tentu posisinya harus berada di barisan
paling depan. Kemudian bahasa isyarat yang diberikan oleh VJ harus di
ikuti oleh peserta secara berurutan mulai dari peserta nomor dua dan
terus kebelakang.
Namun pada
prakteknya beberapa isyarat mempunya arti dan makna yang berbeda. Hal
ini
karena disesuaikan dengan gaya dan riding style dari setiap komunitas,
klub motor, jenis motor yang dipakai. maupun sikap dari pengendara itu
sendiri.
Catatan:
Untuk
setiap keterangan yang ada dibawah ini hanyalah berdasarkan pengalaman
pribadi penulis ketika mengikuti touring secara grup.
1. START MESIN: Petugas VJ memberikan isyarat ‘hidupkan mesin’ dengan
tangan kanan keatas sambil memainkan jari telunjuk tangan kanan.
Posisi
masih berhenti dan kode start harus didahului oleh klakson dari petugas
SW yang ada paling belakang. Usai klakson SW tadi, VJ memberikan
acungan jempol tangan kanan/kiri agar dilihat oleh semua peserta,
artinya ‘ready to go.’
2. BELOK KIRI: Petugas VJ memberikan isyarat ‘belok kiri’ dengan cara
mengayunkan tangan kiri sampai batas pundak sebelum ia belok ke kiri.
3. BELOK KANAN:
Petugas VJ memberikan isyarat belok kanan dengan cara mengangkat tangan
kiri sampai keatas helm, dengan telapa tangan kiri tebuka mengarak
kekanana. Gerakan dilulangi beberapa kali menunjuk kekanan.
4. BAHAYA DI SISI KIRI:
Petugas VJ memberikan isyarat ada ‘bahaya di sisi kiri’ dengan
mengangkat tangan kiri, serta menurunkan tangan kirinya ke bawah sambil
membuka jari telunjuknya. Menunjuk sesuatu kebawah kiri seperti ada
lubang atau jalan rusak. Cara ini jauh lebih baik dari pada dengan
mengangkat kaki.
5. BAHAYA DI SISI KANAN:
Kalau pengendara bisa melepas gas dengan situasi aman, maka isyarat
memberikan ‘bahaya di sebelah kanan’ bisa saja dilakukan dengan
mengangkat tangan kanan dan menunjuk ke arah kanan.
6. BAHAYA DI SISI KANAN:
Petugas VJ jika terpaksa memberikan isyarat ‘bahaya disisi kanan’
dengan cara mengangkat kaki kanan secukupnya. Isyarat ini bukan aksi mau
menendang, tetapi hanya sekedar memberitahukan adanya bahaya dikanan
karena tangan kanan pengendara harus tetap pegang handle gas
7. BAHAYA DI SISI KIRI: Sama kek di atass c beda kaki aja
dengan kondisi diatas, Petugas VJ bisa juga memberikan isyarat ada
‘bahaya disisi kiri’ sambil mengangkat kaki kiri secukupnya. Sekali lagi
isyarat-isyarat menggunakan kaki bukan bermaksud menendang, tetapi
hanya memberitahukan ada bahaya di kiri sementara tangan kiri pengendara
harus pegang kopling.
8. TAMBAH KECEPATAN:Petugas
VJ memberikan isyarat ‘tambah kecepatan’ dengan cara mengangkat tangan
kiri sambil menunjukkan jari telunjuk kirinya. Isyarat ini bisa juga di
lakukan dengan membuka telapak tangan kiri kemudian digerakkan kedepan
berulang-ulang. Gerakan tangan yang lain, yaitu tangan kiri diangkat ke
atas kemudian didorong kedepan. Pesannya mengatakan ‘ayo maju lagi, yuk
kita lebih cepat lagi’. Isyarat ini harus melihat kondisi jalan, apakah
aman serta memungkinkan kecepatan bisa ditambah.
9. KURANGI KECEPATAN:
Petugas VJ memberikan isyarat ‘kurangi kecepatan’ dengan cara melepas
lengan tangan kiri dari handle kopling dengan secukupnya kemudian
telapak tangan terbuka dimainkan atau diayunkan dengan perlahan. Bisa
juga lengan tangan kiri secara besar diayun-ayunkan agar terlihat oleh
semua peserta. Biasanya isyarat ini dilakukan ketika melewati
tikungan-tikungan di pegunungan atau di jalan lurus dimana VJ minta
kecepatan dikurangi secara perlahan, atau juga VJ minta extra perhatian
grup untuk selalu “hati-hati”.
10. RAPATKAN BARISAN:
Petugas VJ memberikan isyarat ‘rapatkan barisan’ dengan mengangat
tangkat kirinya keatas, mengepalkan telapak tangan kiri kemudian
diayunkan beberapa kali. Isyarat ini bisa juga ketika kecepatan mendadak
diminta VJ agar segera pelan dan kemudian akan berhenti karena “red
traffic light” atau bahaya lainnya.
11. BUAT SATU BARIS:
Petugas VJ memberikan isyarat ‘buat barisan jadi satu’ dengan cara
mengangkat tangan kirinya tinggi dan menempatkan telapak tangan kirinya
diatas helm terbuka menghadap ke kanan, kemudian telapak tangan tadi
diayungkan seperlunya. Isyarat satu baris ini juga bisa dengan
mengangkat tangan kiri kemudian memberikan telunjuk satu kiri.
12. BUAT DUA BARIS:
Petugas VJ memberikan isyarat ‘buat dua baris’ dengan cara mengangkat
tangan kirinya sembari memberikan dua jari sebagai tanda angka 2.
Isyarat ini meminta formasi barisan grup menjadi dua dengan syarat
kecepatan rendah, kondisi jalan sepi dan formasi memang layak untuk
berbaris dua. Jika kondisi dua baris sudah tidak mungkin lagi, maka
secepatnya VJ memberikan isyarat satu baris (no. 11).
13. STOP/BERHENTI:
Petugas VJ memberikan isyarat “berhenti/stop” dengan cara melepaskan
tangan kirinya dari handle kopling kemudian telapak kirinya dibuka ke
belakang sambil dimainkan atau digoyang-goyang menandakan harap segera
berhenti. Isyarat ini jarang dipergunakan karena isyarat no. 10 rapatkan
barisan dipakai sekaligus untuk berhenti.
Seluruh
keterangan mekanisme touring, maupun bahasa isyarat VJ yang telah
dipaparkan diatas bukanlah suatu hal yang baku. Sebenarnya masih
banyaklagi mekanisme touring, maupun isyarat-isyarat lainnya yang bisa
dipergunakan ketika berkendara bersama grup. Semua mekanisme touring dan
bahasa isyarat tetap disesuaikan dengan kebutuhan, juga perkembangan
dari setiap grup, komunitas maupun klub motor yang bersangkutan
Semua orang ingin menikmati perjalanan dengan nyaman, dan keluarga
dirumah pun selalu mendoakan agar kita selamat sampai ditujuan

Kamis, 04 November 2010

Beberapa Teknik Melakukan Tikungan [Cornering]

Cornering atau berbelok pada tikungan, pastinya ada tekniknya agar
cornering dapat dilakukan dengan aman dan membawa keselamatan untuk
diri sendiri dan orang lain dijalan, cornering berikut gw bahas untuk
dilakukan pada tikungan-tikungan yang cenderung luas / lebar jalannya.
Ada 6 cara berbelok pada tikungan (cornering) yang aman:

1. Kurangi
kecepatan ketika akan memasuki tikungan, ambil sisi luar pada lajur
(bukan jalur/jalan). Kenapa harus mengambil sisi luar pada jalur?
karena hal ini dapat membuat kita melihat keadaan sekitar tikungan yang
akan kita lalui.
2. Lihat disekitar tikungan, jangan lihat ke
bagian2 motor atau hal-hal lain yang tidak bersangkutan dengan
tikungan. Pada saat melihat/memperhatikan tikungan, periksa keadaan
disekitar tikungan, mulai dari kondisi jalan, keadaan dari jalur
berlawanan, dan lain-lain. Fokuskan pandangan pada aspal(jalan) yang
akan kita lalui, buatlah seolah-olah bayangan garis yang akan dilalui
oleh motor kita pada aspal di ditikungan tersebut.

3. Rebahkan
(condongkan) badan kedepan sedikit, hal ini dilakukan untuk lebih
memberikan penekanan pada bagian depan motor dan membuat motor lebih
mudah dikendalikan saat akan memasuki tikungan, lebih siap bermanuver,
dan lebih pasti dalam melakukan pencengkraman tuas rem. Rebahkan
(condongkan) badan sedikit kedepan dan berpegang kuat pada kemudi.

4. Ketika
memasuki tikungan, rebahkan badan sesuai dengan arah tikungan yang
ingin dilewati. Lakukanlah dengan cara perlahan, hal ini akan membuat
motor dengan sendirinya membelok mengikuti arah kemiringan badan kita
(*hal ini sering dilakukan oleh pembalap-pembalap motoGP).

5. Selagi
motor membelok mengikuti kemiringan arah badan, fokus pandangan tetap
pada keadaan jalan, jangan pernah lengah / lepas dari pandangan selama
kita melakukan hal ini.

6. Saat motor masuk ke tikungan, perlahan
putar gasnya untuk mendapatkan akselerasi, hal ini dapat membantu dalam
mempertahankan traksi ban dan stabilitas dalam berkemudi. Tetap waspada
dan fokus pada keadaan disekitar!!
Singkat kata dalam prakteknya gini nih….
(saat
akan memasuki tikungan): beberapa meter sebelum tikungan ambil sisi
paling luar dari jalur yang kita lewati, periksa spion, lakukan
pengereman sampai mendapatkan kecepatan yang pas untuk melakukan
cornering, liat ke tikungan, badan condong kedepan…
(saat masuk
ketikungan): badan direbahkan sesuai dengan arah tikungan yang ingin
dilewati, pandangan lurus kedepan, tetap perhatikan segala keadaan pada
tikungan dan sekitarnya, putar gas lagi secara perlahan untuk
mendapatkan akselerasi… ingat pengendara lah yang mengendalikan
motornya, bukan motornya yang mengendalikan pengendaranya.
Dan ingat juga hal ini dapat dilakukan dengan satu syarat yang tidak dapat terpisahkan, yaitu kurangi kecepatan saat akan
memasuki tikungan dan fokuskan pandangan pada jalur yang akan dilalui. Mohon tidak digunakan untuk kepentingan egoisme dan kegagahan semata, berbijaklah dalam mengambil tindakan dijalan.